20110701

Seperti Zeuz dan Hera

Seperti Zeuz dan Hera


Aku ingin terjatuh dari roda kayuhku

Hingga tersisa luka, yang kau kan.. pegang tanganku dan berkata, “maafkan aku...aku luput dari 

penjagaanku, padamu...’’


Aku ingin, seperti dewa..


Aku cinta buta kepada hujan. Bagai seorang Hera


Yang dirasa-rasa sakit. Mengapa sekarang saat gumpalan darah dibalik dadaku merenta,

dimana molekul di dalamnya, menolak bercerita. Menceritaakn kisahnya. Sakit

Bukanlah sebab usia, bukanlah sebab dunia hati ini mendera. Sakit



Jadi, kenapa pesan singkat dari hujan tak kunjung tiba?

Titiknya tak kunjung tiba? Hmm.. aku akan menunggumu hujanku

Aku suka pada hujan. Zeuzku.

Tapi.. dari semua pujangga hujan, aku juga yang paling takut dia

Kutakutkan hujan, apabila ia kehilangan keteguhannya. keteguhan menghujani hati Sang Hera dengan

cintanya. Oh Hujan.. aku suka ketenangan dirimu dan.,

dari semua ini hujan, Hera menunggumu.

Hei hujan, taukah kau? rasa asing menyusup, butakan mataku jika terasa hadirmu

Sekali saja pintaku, dengarlah walau hanaya angan. Belaimu pada lisanku.. yakinkan benar diriku Hera




Hujan, Aku rindu padamu