Kalau Hera sampai hati bunuh sang hujan bulan Juni
Maka panahku akan sampai dalam denyutnya
Hujat hujam meregang mereda amuk !
Panah itu pastilah mati kutu. Bagaimanapun tidak?
Janji sang awan pada beta yang hina berkubang pada lumpur ini, tak kau hiraukah?
Aku tau setaunya ensiklopedi terpopuler abad ini, bahwa kau! Tak lebihnya kotoran sapi ! dimataku..
Bukan! Bahkan sekotor kotornya kotoran kaulah yang paling kotor!
Hujanmu bulan juni yang mengamuk badai
Kuserahkan untaian prosa ini padamu, kubalut sajak laksana cemburu sang pantun
Kuharap fiksi fiksiku yang lalu kau musnakan kaulupakan
Kuharap jejak jejak nya dalam jejak jejak mereka kau tiup kau hilangkan dengan dayamu
Hai kesatria, pangeran hujan juni itu kubuang! Tak kupungut! Kau tau?
Demi kau,
Aku pernah bersumpah satria,
Ya. Aku pernah bersumpah.
Demi setan yang pernah mengganggu kita!
Sesuatu yang mengaku bocah berawalan alfa A
Mereka pengisi relungmu!
Katakan padaku, kupastikan tak ada lainnya kecuali Aku.
