20110814

DEMI




Kalau Hera sampai hati bunuh sang hujan bulan Juni


Maka panahku akan sampai dalam denyutnya

Hujat hujam meregang mereda amuk !

Panah itu pastilah mati kutu. Bagaimanapun tidak?

Janji sang awan pada beta yang hina berkubang pada lumpur ini, tak kau hiraukah?

Aku tau setaunya ensiklopedi terpopuler abad ini, bahwa kau! Tak lebihnya kotoran sapi ! dimataku..

Bukan! Bahkan sekotor kotornya kotoran kaulah yang paling kotor!


Hujanmu bulan juni yang mengamuk badai



Kuserahkan untaian prosa ini padamu, kubalut sajak laksana cemburu sang pantun

Kuharap fiksi fiksiku yang lalu kau musnakan kaulupakan

Kuharap jejak jejak nya dalam jejak jejak mereka kau tiup kau hilangkan dengan dayamu

Hai kesatria, pangeran hujan juni itu kubuang! Tak kupungut! Kau tau?


Demi kau,



Aku pernah bersumpah satria,

Ya. Aku pernah bersumpah.

Demi setan yang pernah mengganggu kita!

Sesuatu yang mengaku bocah berawalan alfa A

Mereka pengisi relungmu!

Katakan padaku, kupastikan tak ada lainnya kecuali Aku.