Minggu 1
“Jadi, begini ceritanya. Tas baju dan sepatu yang kutawarkan
padamu kemarin itu telah terjual pada orang lain”
“Oh ya? Semua yang kau dapat dari Dubai itu? Terjual pada
siapa?”
“Iya. Adik kelas kita yang senang mengoleksi segala macam
produk kulit ular. Yang mncolok itu.”
“Oh pantas. Eh tapi kenapa sih kau jual semua barang branded itu. Tidak mungkin kan lagi
butuh uang?”
“Tidak. Aku hanya tidak begitu suka dengan motifnya saat
ini. Terlalu mecolok, tidak sesuai dengan image
ku”
“Jika tidak suka mengapa dulu dibeli?”
“Dulu, Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Jadi kubeli
saja tanpa pikir panjang. Dan setelah di tanah air akusimpan saja barang-barang
itu, tak pernah aku berani memakainya”
Minggu 3
“Hei! Kau pasti tahu kalau semua barang-barang Dubai mu itu
sangat trendi saat ini? Adik kelas kita itu memakainya ke berbagai lokasi.
Dengan caranya memakai ‘mantan’ mu itu membuat semua orang di dalam ruangan
iri”
“Iya. Aku tahu”
Minggu 4
“Rasanya Aku harus meminta barangku kembali. Baru sadar ternyata
cinta pandangan pertama itu memabukkan sekarang”
“Kau gila! Tidak mungkin dia mau mejualnya kembali padamu.
Dengan barang yang dulu kau lego itu ia jadi bintang besar sekarang. Kalau Aku
jadi dia tidak mungkin kujual lagi apa yang membuatku jadi buah bibir”
“Apa salahnya mencoba”
Minggu 4 dan 3 hari
“Gimana, Gi?”
“Nggak berhasil”
“Hahaha. Jelas lah, apa kubilang. Tidak mungkin dia mau”
“Tidak ada yang tidak mungkin. Aku akan terus berusaha
mendapatkannya kembali. Bagaimanapun caranya”