20130318

Perempuan dan Lelaki

#Perempuanku, Aku suka tawamu.
Tawamu yang melepaskan beban. Bebas lepas
Aku suka senyummu.
Senyum kembang gula pasar minggu
Ah, andai saja aku pemutar waktu. Akan kuubah tatasurya berbalik searah waktu kita dahulu. Akan kuubah setiap denting hujan kembali jadi awan. Memelukmu dan Kau tak perlu ketakutan, seperti ini.
Maafkan Aku

#Lelakiku, Hari kita petang. 
Musuh kita sama, waktu. Walau begitu aku bahagia masih bisa merasa. Sesakit apa rasa yang ada aku bahagia. Karena dengan begini aku paham dan percaya, kamu nyata. Setidaknya kamu pernah ada.




Sang Lelaki berusia 16tahun kala itu, dalam perjalanan pulang menuju garis pembeda yang semakin terang.
Sang perempuan beberapa bulan lebih tua darinya, sedang dalam masa abu-abu dengan hati membatu.



20130314

Still Vintage



SPESIAL UNTUK SEORANG PEMUDA

Ini sajak yang intinya kalau kamu menjadi semakin abu-abu dalam keterbatasanku

Dia selalu ada saat kamu menguar dari jagadku
Dia selau hadir saat aku butuh sosokmu yang abu-abu
Kenapa begitu?
Tuan, yang aku inginkan kamu.

Didekatnya aku merasa dingin dan membeku, dipeluk es terdingin yang bisa membunuhku.
Didekatmu rasa hangat menyelimutiku, mengiringiku dengan tawa nyata akibat cinta yang menggebu.
Kau, membuatku lupa akan lukaku yang lebih dari seribu. Menceritkan dongeng terindah agar duniaku hanya kamu.
Dia, menjagaku agar tetap ingat akan luka sial itu. Sekaligus menguatkannku dalam dunia tanpa tawa yang sesungguhnya.
Kau, sampulmu bodoh berbalik deengan isi otakmu itu.
Dia, sempurna membuatku tertipu dengan isi otaknya.
Kau bisa minta konklusi.....,
Bahwa kau, arum manis paling enak sedunia! Berada dalam toples kaca yang tak pernah mungkin aku bisa membukanya.
Kamu tau? Disaat itu hanya dia yang mampu, menjagaku ada dalam ketiadaan. Sedangkan kamu, aku membutuhkamu dan kau? Bergeming pun tidak.

Sebut saja kau pohon besar dengan segala kenyamanan didunia, bergelimang segalanya yang kupuja.
Namun saat ditiup angin, daunmu pun tak berayun
Itulah kau tanpa peka

Sedang dia?
Aku mengganggapnya tak ada! Tapi dia selalu ada.
Ketersediaannya untukku. Bahkan tanpa aku meminta. Sadarkah kamu bahwa kau kuanggap istimewa?
Tergantung jika kau menyadarinya .

Sekedar bicara saja, jangan salahkan aku jika kembali mencintainya.

Maafkan Tuan. Aku mengecewakan mu


Betah









Matamu

 


Matamu.
Melihat apa yang terkira sudi seperti kalimat di atas kepalaku
Menelisik atau bukan, yang gila rasanya menghantui. Bukan drama cinta, tapi telenovela
Mengintimidasi.
Padahal cuma Saya yang boleh memandang dengan cara itu
Beraninya kamu menginjak orang yang biasa menginjak
Beraninya kamu menendang tukang tendang
Beraninya kamu memaksa tukang paksa
Beraninya kamu padaku.
Matamu.

Ya, sebenarnya cuma matamu.

Ada apa ya disana?
Mungkin jutaan pisau berkilat, menghunus 
Jadi bisa setajam itu
Ah.