#Perempuanku, Aku suka tawamu.
Tawamu yang melepaskan beban. Bebas lepas
Aku suka senyummu.
Senyum kembang gula pasar minggu
Ah, andai saja aku pemutar waktu. Akan kuubah tatasurya berbalik searah waktu kita dahulu. Akan kuubah setiap denting hujan kembali jadi awan. Memelukmu dan Kau tak perlu ketakutan, seperti ini.
Maafkan Aku
#Lelakiku, Hari kita petang.
Musuh kita sama, waktu. Walau begitu aku bahagia masih bisa merasa. Sesakit apa rasa yang ada aku bahagia. Karena dengan begini aku paham dan percaya, kamu nyata. Setidaknya kamu pernah ada.
Sang Lelaki berusia 16tahun kala itu, dalam perjalanan pulang menuju garis pembeda yang semakin terang.
Sang perempuan beberapa bulan lebih tua darinya, sedang dalam masa abu-abu dengan hati membatu.