HUJAN BULAN JUNI
Masa yang terasa beda
Tentang kamu tak lagi ada untukku. Tentang waktu tak sudi henti dirimu
Ini adalah sebuah lingkaran waktu
Usai, tlah cukup rapuh asaku. Tak perlu kembali kau egoku
Sebab Kau ! Lukalah hatiku
Sendu yang berbeda
Sendu adalah sedih yang digigit sesuatu. Tergigit dirimu. Dirimu rindu
Kamu tidak tau. Kamu tidak mengerti
Akulah Sang Ratu, untai seribu pilu
Ya. Ratu hujan untukmu bulan Juni
Kamu badaiku, kamu topanku, kaum pusaran angin yang menghantam jantungku, Ratumu.
Wahai hujan bulan juni, aku merindumu
***MNM***

note : sedikit catatan, kalo saja judul puisi ini sama (memang) dengan sebuah lagu karya Sapardi Djoko Darmono /hujan bulan juni/ tapi ini aseli buah karya saya loh.
untuk perbandingan , inilah puisi (arrange) hujan bulan juni-nya Sapardi Djoko Darmono. :)
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
----------
keliatan bedanya khan ? ahahaha =D
keliat jelek buanget dibanding poetry nya sang maestro hehe
okay !
akhirul kalam..
C&C sangat ditunggu (^^V
Masa yang terasa beda
Tentang kamu tak lagi ada untukku. Tentang waktu tak sudi henti dirimu
Ini adalah sebuah lingkaran waktu
Usai, tlah cukup rapuh asaku. Tak perlu kembali kau egoku
Sebab Kau ! Lukalah hatiku
Sendu yang berbeda
Sendu adalah sedih yang digigit sesuatu. Tergigit dirimu. Dirimu rindu
Kamu tidak tau. Kamu tidak mengerti
Akulah Sang Ratu, untai seribu pilu
Ya. Ratu hujan untukmu bulan Juni
Kamu badaiku, kamu topanku, kaum pusaran angin yang menghantam jantungku, Ratumu.
Wahai hujan bulan juni, aku merindumu
***MNM***

note : sedikit catatan, kalo saja judul puisi ini sama (memang) dengan sebuah lagu karya Sapardi Djoko Darmono /hujan bulan juni/ tapi ini aseli buah karya saya loh.
untuk perbandingan , inilah puisi (arrange) hujan bulan juni-nya Sapardi Djoko Darmono. :)
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
----------
keliatan bedanya khan ? ahahaha =D
keliat jelek buanget dibanding poetry nya sang maestro hehe
okay !
akhirul kalam..
C&C sangat ditunggu (^^V
Tidak ada komentar:
Posting Komentar