20120514

Hampa Ini Mati Rasa

Saat anda tiba-tiba datang kembali dan berkata setuju. Akan ribaun cerita tentang hal yang baru.
kamu datang menyusup dalam sel-sel syaraf rapuhku.
Meneggelamkan diriku dengan soda sendu yang selama ini kunikmati. Sendiri.

Yang sekian lama menggerogoti dengan rasa nyaman, namun mematikan.


Hingga saatnya kamu datang pada seorang cenayang cantik pembawa bola antik,
"Bola bola kristal, siapakah pemilik hati sang gagah ini?" sembari melengok kepada sang peminta, sang peramal jatuh hati. Amibisi datang untuk memiliki. Sekilat. kalian menghilang dalam kabut gelap dengan senyawa senyap, pengap. Apa itu salahmu?



Saya disini, pujangga. menanti seorang yang telah salah arah hingga pergi untuk selamanya.
Dengan segala kebodohan, jantung ini setia menunggu. Karna separuh dari bagiannya telah pergi melampaui batas yang megentas luas. 

Lalu? untuk apa aku menunggu? Apa yang kumau?

Aku hanya ingin memeluk yang nyata, bukan semu. Tak lebih dari itu.





Tolong sayang, saya hanya malas memeluk tanda yang hanya bekas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar