20121028

Pertanyaan Teh Paradoks Inti


















Ambisi

Hanya sampai disitu?

Dimana saja tidak masalah tapi bagaimana jika semua itu mimpimu?
Menenggelamkan mimpi tak semudah yang kau tau. Ah kau tak tau. Kau tak punya mimpi.
Mimpi, heroin merekku sendiri. Aku bisa buta bila tak bermimpi.

Sabar kata mati

Berputar menjadi yang bukan kita untuk kembali menjadi diri kita lagi. Mengapa harus berputar. Dan, dimana celah?

Klise

Tiga itu malapetaka, angka delapan yang terbuka.
Tiga penuh rahasia. Dimana kau tak pernah bisa menerka, apa lagi? Aku bicara akan mimpi

Hari ini hari apa? Entah itu 3 atau 13 kejutan besar setiap proklamasi diperingati. Jumat.
Hari itu, pada 23 bulan ini aku menanti rahasia besar.

Aku tak menantang Tuan
Aku hanya menanti Walau aku tak suka kejutan.

Hei Aku lupa. Ada penutup bernama manis akhir bulan ini/ Tiga puluh

Kau tau atom. Punya inti dengan jutaan molekul penyusun. Elektron saling mengikat, merapat dan satu.
Semuanya berpengaruh? Tidak. Ada kasta didalamnya. Lihat semut. Jika kau bisa menjadi ratu mengapa harus memilih prajurit? Jika kau bisa menjadi prajurit mengapa harus pekerja? Entah. Aku paham kisah ini tapi..

Aku bisa mengemis. Aku bisa mempertanyakan. Aku bisa menghancurkan semua sekalipun aku akan binasa!
Tapi, tapi, tapi.. Argh!

Mengapa?

Mimpi buruk itu tiba. Tepat tanggal tiga. Dimana semua asa, hilang sirna. 
Maju? Melanjutkan? Mundur? 
Untuk apa kau bersusah payah Kamu hanya elektron. Kamu bikan inti. Keberadaanmu mudah diganti. Kamu bisa mati kapan saja! Inti itu abadi. Kamu kacung!

Kamu hanya pekerja, hidup mati hal biasa.
Bagaimana lagi mengungkap kata-kata? 

Aku hanya kecewa


Kuteguk teh terakhir yang menggurui. Habis sudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar