Terima kasih. Atas apa yang kau sebut debu dan kerikil kecil. Ah
Bahasa. Tentang kamu dan dunia sebelum ini selalu membuatku kehilangan aksara. Aku ingin kabur saja.
Keluar angkasa
Adakah yang mau membawaku kesana?
Karena agaknya jarak ujung pulau ini kurang jauh untuk melupa. Ribuan kili meter jauhnya. Dan aku meragu, bahaksna jika lari ke belahan bumi sebelah sana. Aku semakin yakin harus pergi keluar angkasa.
Untuk sirna dan melupa. Agaknya.
Tolong pergi dan bakar habis gambar-gambar punggungmu itu pada setiap malam dan pagi buta. Agar aku bisa tidur.
Aku tudak bisa tidur dengan memandang punggung, mu.
Tidak terjangkau.
Kali ini tidak bisa kuucapkan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar