20111113

tugas bahasa jerman


_
Deutsche Task
 X9-Klasse



2-Zustand High-School-Jombang
Wahidin Sudirohusodo Straße Nummer 1 Jombang



Hobby  Schlafen Oder Ohr-Probleme ?

Eines Nachmittags in der Cafeteria Buchhandlung

Neyo               : Toti hallo wie geht es dir?
Toti                  : Hallo! Ich bin okay, wenn Sie?
Neyo               : So tat I.Was machst du hier?
Toti                  : Ich lese alles, was ich hier lesen konnte.
und du?Ich weiß, Sie mögen keine Bücher lesen
neyo               : Ja, ich habe nicht wirklich wie das Lesen. Mein Hobby der   den Ball spielt

(Nara kamen eilend)

Nara                : Toti tut mir leid, ich verschlafen
Toti                  : Kein Problem. aber immer einzuschlafen, wenn es Ihr Hobby ist?
Nara                : Nein! meine Hobbys Singen, statt zu schlafen.
Toti                   : Hahahaha. Ich war ein Scherz. Oya, haben Sie nicht Bekannten. Neyo ist Nara. und Nara ist Neyo,
Nara                : Hallo! freuen uns auf Sie.
Neyo               :Ich habe auch.

(Handy klingelte plötzlich Neyo)

Neyo               : Hallo wer ist das?
Sam                : Ich bin Sam !
Neyo               : Was ist es Sam?
Sam                : Wo bist du gewesen? Ich warte schon eine lange Zeit!
Neyo               : Was du meinst! Ich hatte früher angekommen. Ich wartete eine lange Zeit
Sam                : Ich war in der Buchhandlung JV-STUFF seit einer Stunde !
Neyo               : Was? hast du nicht sagen, dass wir in der Buchhandlung Stupify treffen?
Sam                : Ihre Ohren in Schwierigkeiten huh? Ich sage nicht Stupify JV-STUFF!
Neyo               : Hahahaha Es tut mir leid! Ich war dort in 5 Minuten!
Sam                : Okay! schnell!

(Telefon tot)

Neyo               : Toti und Nara, Ich ging ja!
Toti                  : Ja! Sorgfältig Straße!
Nara                : Toti, zumindest meinen Ohren ganz gut
Toti             : Haha ja. Nara ist eine schlafende Prinzessin!



----------------------------------------------TRANSLATE--------------------------------------------------



Hobi atau tidur telinga bermasalah?

Suatu siang di kantin, toko buku

Neyo: Toti halo apa kabar?
Toti: Hello! Aku baik-baik, jika Anda?
Neyo: Begitu pula aku. Apa yang Anda lakukan di sini?
Toti: Saya membaca semua yang saya bisa baca di sini.
dan aku tahu? Anda mungkin tidak membaca buku
neyo: Ya, saya tidak benar-benar suka membaca. Hobi saya adalah bermain bola

(Nara datang dengan tergesa-gesa)

Nara: Toti Maaf, saya ketiduran
Toti: Tidak masalah. tapi selalu jatuh tertidur bila hobi Anda?
Nara: Tidak! saya hobi menyanyi, bukannya tidur.
Toti: Hahahaha. Aku sedang bercanda. Oya, Anda tidak memiliki teman. Neyo adalah Nara. Neyo dan Nara,
Nara: Hello! berharap dapat melihat Anda.
Neyo: Saya juga punya.

(Telepon berdering tiba-tiba your Neyo)

Neyo: Halo siapa itu?
Sam: Saya Sam!
Neyo: Apa itu Sam?
Sam: Di mana saja kau? Aku sudah menunggu waktu yang lama!
Neyo: Apa maksudmu! Aku telah tiba lebih dulu. Aku menunggu lama
Sam: Aku berada di toko buku selama satu jam JV-STUFF!
Neyo: Apa? kau tidak mengatakan bahwa kita bertemu di toko buku Stupify?
Sam: telinga Anda dalam kesulitan ya? Saya tidak mengatakan Stupify JV-STUFF!
Neyo: Hahahaha Maafkan aku! Aku berada di sana dalam 5 menit!
Sam: Oke! cepat!

(Telepon Mati)

Neyo: Toti dan Nara, aku ya!
Toti: Ya! Hati-hati jalan!
Nara: Toti, setidaknya di telinga saya sangat baik
Toti: haha ya. Nara adalah putri tidur!

20110912

20110814

DEMI




Kalau Hera sampai hati bunuh sang hujan bulan Juni


Maka panahku akan sampai dalam denyutnya

Hujat hujam meregang mereda amuk !

Panah itu pastilah mati kutu. Bagaimanapun tidak?

Janji sang awan pada beta yang hina berkubang pada lumpur ini, tak kau hiraukah?

Aku tau setaunya ensiklopedi terpopuler abad ini, bahwa kau! Tak lebihnya kotoran sapi ! dimataku..

Bukan! Bahkan sekotor kotornya kotoran kaulah yang paling kotor!


Hujanmu bulan juni yang mengamuk badai



Kuserahkan untaian prosa ini padamu, kubalut sajak laksana cemburu sang pantun

Kuharap fiksi fiksiku yang lalu kau musnakan kaulupakan

Kuharap jejak jejak nya dalam jejak jejak mereka kau tiup kau hilangkan dengan dayamu

Hai kesatria, pangeran hujan juni itu kubuang! Tak kupungut! Kau tau?


Demi kau,



Aku pernah bersumpah satria,

Ya. Aku pernah bersumpah.

Demi setan yang pernah mengganggu kita!

Sesuatu yang mengaku bocah berawalan alfa A

Mereka pengisi relungmu!

Katakan padaku, kupastikan tak ada lainnya kecuali Aku.

20110701

Seperti Zeuz dan Hera

Seperti Zeuz dan Hera


Aku ingin terjatuh dari roda kayuhku

Hingga tersisa luka, yang kau kan.. pegang tanganku dan berkata, “maafkan aku...aku luput dari 

penjagaanku, padamu...’’


Aku ingin, seperti dewa..


Aku cinta buta kepada hujan. Bagai seorang Hera


Yang dirasa-rasa sakit. Mengapa sekarang saat gumpalan darah dibalik dadaku merenta,

dimana molekul di dalamnya, menolak bercerita. Menceritaakn kisahnya. Sakit

Bukanlah sebab usia, bukanlah sebab dunia hati ini mendera. Sakit



Jadi, kenapa pesan singkat dari hujan tak kunjung tiba?

Titiknya tak kunjung tiba? Hmm.. aku akan menunggumu hujanku

Aku suka pada hujan. Zeuzku.

Tapi.. dari semua pujangga hujan, aku juga yang paling takut dia

Kutakutkan hujan, apabila ia kehilangan keteguhannya. keteguhan menghujani hati Sang Hera dengan

cintanya. Oh Hujan.. aku suka ketenangan dirimu dan.,

dari semua ini hujan, Hera menunggumu.

Hei hujan, taukah kau? rasa asing menyusup, butakan mataku jika terasa hadirmu

Sekali saja pintaku, dengarlah walau hanaya angan. Belaimu pada lisanku.. yakinkan benar diriku Hera




Hujan, Aku rindu padamu



20110630

ORANG UMUM

ORANG UMUM



Kurasakan umum seperti hari biasa

Kurasakan umum ekspresi datar,  biasa

Aku sekarang beradu di ruang rehat

Tersebulah kursi tersenyum dan meja yang menertawakan

Aku disini ingin mengulur waktu

Atas kenyataan pahit di hadapku

Aku , adalah batu karang

Tinggalkan kampung di lautan dan tersesat di jalanan

Aku adalah pucuk pohon cinta

Berbuah duka dan berbiji kesedihan



Kepadamu Kawan,

Kuceritakan cerita, kulantunkan lantunan dan kubisikkan bisikan, bisikan, bisikan

Untukmu pohon cinta..

Kutau akarmu adalah bahagia, daunmu adalah harapan ditumpu ranting ketulusan




Dan pula,

Kutau keberadaanku usik harimu, berkomentar tak membantu

Namun sayang, apalah dayaku

Aku orang umum dihari biasa





---MNM---

hujan bulan juni versi mirta

HUJAN BULAN JUNI



Masa yang terasa beda

Tentang kamu tak lagi ada untukku. Tentang waktu tak sudi henti dirimu
Ini adalah sebuah lingkaran waktu

Usai, tlah cukup rapuh asaku. Tak perlu kembali kau egoku
Sebab Kau ! Lukalah hatiku

Sendu yang berbeda
Sendu adalah sedih yang digigit sesuatu. Tergigit dirimu. Dirimu rindu

Kamu tidak tau. Kamu tidak mengerti


Akulah Sang  Ratu, untai seribu pilu
Ya. Ratu hujan untukmu bulan Juni


Kamu badaiku, kamu topanku, kaum pusaran angin yang menghantam jantungku, Ratumu.


Wahai hujan bulan juni, aku merindumu



***MNM***





note : sedikit catatan, kalo saja judul puisi ini sama (memang) dengan sebuah lagu karya Sapardi Djoko Darmono /hujan bulan juni/ tapi ini aseli buah karya saya loh.
untuk perbandingan , inilah puisi (arrange) hujan bulan juni-nya Sapardi Djoko Darmono. :)



Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono


tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu



----------

keliatan bedanya khan ? ahahaha =D
keliat jelek buanget dibanding poetry nya sang maestro hehe

okay !
akhirul kalam..
C&C sangat ditunggu (^^V

20110624

scraft batu dan ukiran tinta

scraft batu dan ukiran tinta


reliku beku hidupnya dua negeri taratas nama hampa
melanglang buana di riak terdengar genta


salur cahaya itu terbuang sia
saat diraja malam tiba dan menduga., hilangnya sentaja
senjata cinta pada jantungnya


jauh jatuh jauh jatuh menjauhkan menjatuhkan diri
jika
 
ini sebuah drama , drama yang hanya dorama
izinkan saya menelan duka dan mengukir batu dengan tinta
tinta
tinta
tinta



batu berukir tinta terbalut scraft dalam dekap saya
hati berukir cinta terbalut rindu dalam diri saya



izinkan saya bergeming dan berlalu dilaka hari terbungkus scraft tertindih batu ukiran tinta