20111114

Deja Vu Ku Selalu Ego Ku


Wajah itu! Wajah itu! Wajah itu! Aku pernah melihatnya. Pada suatu slide hidupku yang tak pernah kuingat. Hanya..
Kereta biduan dalam buaian dan tidak
Diantaranya kalbu dalam sejuta kalbu. Penuh intrik menarik di setiap bumbu. Keabadian, keagungan, tidak pernah ada. Lengser itu, pasti. Suatu saat dan tak kan tersisa rasa.

Saat biduan dalam kereta mengaum. Aum.
Auman kencang redupkan bintang, bintang bintang keabadian keagungan. Merona dan.., temaram. Redup.
Saat dipuncak itu, auman mengaum tak hiraukan bising kehidupan.
Yang jatuh sekejap dalam pelukan, biduan.
Ya.
Ya.
Ya. Saat dalam kereta, pastikanlah hatimu jatuh dalam galau. Gelagah yang diseduh dengan aroma teh. Sebungkus kata rahasia kaum adam, tolonglah getarkan hatinya. Haha.. Tidak!

Bertahanlah kamu biduan! Lena terlena kau! Dalam rona temaram yang tak asing bagimu! Berulang lalu lalang dia biduan! Dan kau tetap tertipu!
Hahaha. Kau bodoh.
Dirimu hilang, hampa sekarang. Apa? Balutan sujud permohonan?
Maaf yang menggantung dan mengganggu hari –hari penuh haru sedalam kalbu dalam rindu.
Apa kataku? Apa sekarang pula katamu? Memohon tak tentu. Putuskah urat malumu? Atau sejak lama memang tiada? Bahkan tempatnya pun tak ada? Yah, ituu palsu. Ucapan..mu

Kamu jahat!  Aku menbencimu dalam segelas rinduku. Taukah ?
Robeklah jantungku pecahkanlah isinya! cari dan temukan kepingan, kepingan, kepingan deja vu-ku kepadamu.
Jombang, 18 07 2011














1 komentar: