Matamu.
Melihat apa yang terkira sudi seperti kalimat di atas kepalaku
Menelisik atau bukan, yang gila rasanya menghantui. Bukan drama cinta, tapi telenovela
Mengintimidasi.
Padahal cuma Saya yang boleh memandang dengan cara itu
Beraninya kamu menginjak orang yang biasa menginjak
Beraninya kamu menendang tukang tendang
Beraninya kamu memaksa tukang paksa
Beraninya kamu padaku.
Matamu.
Ya, sebenarnya cuma matamu.
Ada apa ya disana?
Mungkin jutaan pisau berkilat, menghunus
Jadi bisa setajam itu
Ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar